Yona duduk di kursi kebesarannya sambil menunggu kedatangan Alfredo, pria yang sudah membuatnya pusing tujuh keliling sejak panggilannya terputus tanpa adanya alasan yang jelas. Bagi Yona, Alfredo adalah bos yang sangat konyol dan super duper aneh, tapi dia tidak ingin mengatai Alfredo karena dia adalah bosnya, yang sudah menjadikannya seperti sekarang ini dan bisa mendapatkan pendapatan yang lumayan. “Lama banget sih! Seharusnya dia itu datang lebih awal karena dia itu panutan bagi bawahannya, tapi dia justru memberikan contoh yang tidak baik kepada bawahannya, sungguh menyebalkan,” kata Yona, tanpa dia sadari, orang yang ia rutuki tengah berdiri di depan pintu. Alfredo berdehem, ia tak habis pikir dengan asistennya yang satu ini. Andai wanita yang sedari tadi merutukinya bukan Yona, m

