Alfredo mendekatkan wajahnya ke wajah Yona, semakin dekat hingga wajah itu hanya berjarak beberapa senti. Lagi-lagi semakin mendekat, hingga bibir keduanya hanya berjarak satu senti saja. Andai Alfredo pria berengsek, mungkin dia akan mencium bibir ranum itu dengan buasnya. Yona yang terus menyadari tindakan Alfredo, segera mendorongnya sekuat tenaga. Pikiran kotornya mulai meracau, ia takut kalau sampai Alfredo akan mencuri kesempatan dalam kesempitan dan menciumnya. Nahasnya tindakan Yona justru merugikan dirinya. Dengan mendorong Alfredo sekuat tenaga tidak membuat mereka saling berjauhan, melainkan semakin mempererat karena Alfredo menahannya dengan sangat kuat hingga kedua bibir yang belum pernah tersentuh itu saling bersentuhan. Yona membulatkan mata tak percaya, lalu ia menjauh se

