Reagan berlari kecil menyusuri koridor rumah sakit. Raut wajahnya terlihat cemas. Peluh telah membanjiri keningnya. Kakinya berhenti melangkah di depan emergency room. Ketika ia hendak melangkah masuk, salah seorang perawat menghentikannya. "Maaf, Tuan. Anda mencari siapa?" "Suster, apa korban kecelakaan yang terjadi di Tavisctok Street sedang dirawat di sini?" Reagan bertanya kepada perawat wanita bertubuh bongsor di depannya. "Iya benar," jawab perawat tersebut. "Anda mencari korban atas nama siapa? Soalnya ada korban yang sedang berada di ruang operasi juga sekarang." Mendengar ucapan perawat tersebut, raut wajah Reagan menjadi pias. "Selina … Selina Anderson. Dia istriku. Katakan bagaimana keadaannya?" "Tenanglah, Tuan. Jika Anda mencari Nona Anderson, Anda bisa menemuinya di dala

