"Wa-wajahmu kenapa?" Selina terperanjat ketika melihat luka memar pada wajah suaminya. Penerangan lampu di kamarnya memperlihatkan dengan jelas bekas memar kebiruan pada wajah suaminya. Tangannya segera menangkup wajah pria itu dan membuat wajah tersebut menghadapnya. Hal inilah yang ingin dihindari Reagan. Ia tidak ingin membuat wanita itu mencemaskan lukanya. Apalagi Selina pasti akan mencecarnya dengan pertanyaan yang ingin dihindarinya. Reagan segera bangkit dari tempat duduknya sebelum Selina menginterogasinya lebih dalam lagi. "Istirahatlah. Aku cuma ingin melihat keadaanmu sebentar saja tadi, tapi malah membangunkanmu." Selina menarik lengan suaminya ketika pria itu hendak berjalan meninggalkannya. "Kamu mau ke mana?" Pria itu mendesah pelan. Seolah tahu apa yang ingin ditanyaka

