Beberapa menit pun berlalu. Tampak kedua pria yang baru saja bertarung dengan tangan kosong tadi kini saling menarik diri. Mereka saling bertatapan dengan tajam. Seperti seekor serigala dan seekor elang yang ingin menunjukkan kekuatan dan kekuasaannya. Napas kedua pria itu tampak tersengal-sengal. Terlihat luka di sekitar wajah mereka dan beberapa titik tubuh keduanya. Tidak tampak ada yang goyah dengan pertahanan mereka hingga beberapa detik kemudian, tubuh Justin hampir ambruk. Tubuh pria itu oleng dan hampir terduduk di lantai, tetapi dengan satu tangannya ia menahan agar tidak terjatuh dengan memalukan di depan lawannya. Ia juga memuntahkan darah berwarna merah kehitaman. 'Sial! Ternyata benar yang diceritakan Xei waktu itu,' batin Justin geram. Dulu ia pernah mendengar informas

