"Re-Reagan?" Kedua bola mata Selina membulat. Ia segera menghindari tatapan suaminya dengan sedikit menundukkan wajahnya. Menggigit bibirnya dengan gugup. "Apa yang kamu lakukan di sini?" Pria bermata amber itu menatapnya dengan tajam dan menyelidik. Kening pria itu mengernyit tatkala melihat jejak air mata yang masih membekas di sudut mata istrinya. "Kamu menangis?" Selina segera memalingkan wajahnya. Tidak ingin Reagan mengetahui apa yang terjadi padanya. Namun, suara dalam dan berat itu begitu mengintimidasinya. Tubuh Selina bergetar. Masih dengan memalingkan wajahnya, ia menjawab, "Aku … Aku tidak menangis." Wanita itu segera menepis pergelangan tangannya, lalu berjalan keluar sebelum pintu lift hendak tertutup kembali. Namun, tangan kokoh Reagan kembali mencekalnya dan kali ini m

