"Apa masih sakit?" Tangan Hans terulur ke arahnya. Menyentuh pipi Kate dengan hati-hati. Kate tersentak. Ia mengangguk pelan, lalu menundukkan wajahnya yang kian merah. Lagi-lagi pria itu memberikan perhatian yang berlebih padanya sehingga membuat perasaannya melambung tinggi. Jantung Kate berdegup kencang. Jarak di antara mereka begitu dekat dan membuatnya tidak mampu membendung perasaannya. Ketika Kate hampir terjerumus ke dalam perasaan tersebut, tiba-tiba saja Hans mengetuk pelan puncak kepalanya dengan kepalan tangannya. Membuat Kate kembali tersadar ke alam nyatanya. "Dasar gadis bodoh! Apa kamu tidak tau kalau tadi itu sangat bahaya?" Hans memarahi Kate dengan wajah serius. Kate melongo. Memandangi wajah pria itu yang terlihat mengkhawatirkannya. Kedua bola matanya mengedip be

