Kamini mendengkus ia masih kaget dengan sentuhan hangat Dirandra. Ia menatap tak percaya atas perlakuan lembut Dirandra kepadanya. Jujur dalam hatinya ia masih trauma akan perlakuan kasar dirandra saat mereka bertatap muka untuk terakhir kalinya dulu. Panggilan putra tersayangnya menyadarkan ia kembali. Ia melihat Janu mengulurkan tangannya dalam gendongan Noah. “Ambu ..., Janu kangen,” seruan manja anak itu. Kamini terkekeh geli tetapi dia menyahuti seruan Janu juga. “Eleeehh, baru juga sebentar di tinggal Ambu udah kangen ajah. Ini ada Titi di sini,” tegur Kamini. “Ada Ayah sama Kakek juga,” celetuk Dirandra menambahi, serasa ingin mengukuhkan kehadirannya juga di sana. Ia melirik sang ayah yang tersenyum padanya. Kamini mengulurkan tangannya ingin meraih Janu. Janu melihat plester

