chapter 30

1091 Kata

Di sinilah Kamini berada menatap putra pertamanya, perawat membolehkannya masuk ke dalam dan memeluk putranya sebentar. Kamini duduk di sofa yang telah disediakan oleh perawat ia membuka piyama khususnya dan meletakkan putranya menempel di dadanya dengan metode skin to skin. Putranya tampak tenang dan nyenyak dalam dekapannya. “Ingat anakku dalam setiap tarikan nafas dan tetesan keringat Ambu selalu ada namamu. Jika kamu sedih dan terluka ingat selalu Ambu juga merasakannya, Nak. Jangan gentar anakku, Ambu bersertamu selamanya. Ingat Allah selalu, Sang Maha Esa akan selalu melindungimu dari segala mara bahaya. Semoga Allah meridhoi kita suatu saat nanti bisa berjumpa dan berkumpul bersama ya, Nak. Maaf beribu maaf, Ambu tidak bisa menemanimu. Adikmu lebih membutuhkan Ambu, Nak. Baik-bai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN