Dirandra meremas rambutnya dengan kedua tangannya ia sangat geram dan jengkel karena ulah Kamini. “Gadis sombong, memang kamu dan ayahmu bisa hidup tanpa uangku hah! Kamu kerja seumur hidup juga tidak akan bisa menyamai keluargaku,” gumam Dirandra sendirian. Dirandra berkacak pinggang kemudian mendekat ke arah meja rias. “Arh ...!” Dirandra menyapu habis segala yang ada di atas meja dengan kedua tangannya, barang yang tidak berdosa itu berhamburan di lantai. Bagaikan orang kesetanan ia menuju walking closet dan menarik semua pakaian Kamini yang ada dan membuatnya berhamburan di lantai. Ia kemudian dengan tertatih karena kepalanya yang mulai pening mendudukkan dirinya serta menyandarkan kepalanya di sofa yang biasa dipakai Kamini untuk merajut. Bahkan alat rajutannya pun sudah tidak ada

