Setelah berkali-kali meminta pemakluman dari Faishal--karena pembuatan novel biografi sangat molor tidak sesuai rencana--akhirnya hari itu Ay berhasil menyelesaikan sepertiga awal naskah novelnya. Harusnya satu bulan sejak penandatanganan kontrak, Ay sudah harus menyelesaikan bagian itu. Namun, sudah hampir dua bulan kontrak berjalan, target itu baru saja selesai. Alhasil, dua hari dua malam dia tidak keluar dari ruang kerjanya, bahkan kemarin malam begadang semalaman. "Semoga pak Faishal nggak kecewa, citra penulis yang buruk, ngaret dari target. Hufft, memalukan!" Ay sambil menunggu hasil print out naskahnya, mengomeli diri sendiri. Setelah mesin print di ruang kerjanya itu tidak lagi memuntahkan kertas-kertas, Ay mengumpulkan naskahnya. Mengamati lembar demi lembar, memastikan tidak

