Awal baru

1576 Kata

Rangga memasuki tempat kerjanya dengan langkah terburu-buru. Satu jam lalu, ia mendapat sebuah panggilan yang sama. Ya, lagi-lagi ancaman untuk segera mengembalikan uang. Padahal ia baru saja mendapatkan kesempatan untuk magang sebagai seorang bartender, itupun baru satu minggu. tapi bukannya menghasilkan, ia malah terancam keluar. Harusnya ia diam saja saat Ibunya ditagih waktu itu. Ia benar-benar tidak punya uang, tapi malah berlagak ingin membantu. "Rangga? Kok baru datang sih, kamu? Harusnya tadi sore," tegur seorang temannya di counter minuman. Ia menunjuk jam di pergelangan tangannya sembari menggeleng tak percaya. Kesempatan untuk minta maaf pada bos telah hilang karena sudah lewat jam. Padahal Rangga sudah ditunggu sejak tadi. "Aduh, mati aku!" Rangga mengusap dahinya yang dibasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN