Vanya yakin kalau ia tidak salah dengar. Ucapan tajam Kiara adalah bukti kalau asumsinya salah. Penampilan naif dan kunonya, sungguh bertolak belakang dengan sifat yang ada. Kiara bukanlah gadis bodoh, ia tahu apa yang diinginkan Vanya. Mata wanita yang selalu membeliak saat melihat suami orang lain adalah bukti kalau ia serakah. Tidak bisa kalah kalau menginginkan sesuatu. "Jadi apa masalahmu?" Kiara kembali mengulang pertanyaannya, kali ini lebih tegas agar Vanya tahu diri. Posisinya bukanlah siapapun, hanya sebatas rekan kerja. Itupun Arga tidak akan menghubungi kalau tidak ada keperluan. "Dasar aneh, aku mengatakan hal ini karena kasihan padamu," kata Vanya mengibaskan tangannya kesal. "Hidupku bahagia, jadi berhenti mengurusi masalah orang lain," timpal Kiara tajam. Ia berharap Van

