Maureen menitikkan air mata melihat Arthur, Adeline pun tak bisa menahan tangisnya. Arthur bergabung dengan Pedro juga Willy. "Arthur, jadi lah pendamping Maureen dan membawanya ke altar," pintah Willy. "Aku tak mungkin melakukan itu, Willy," ujar Arthur. "Maureen sudah tak memiliki keluarga, selama ini yang di anggapnya keluarga adalah aku, tapi aku akan menjadi pendampingnya di altar sana, jadilah pendamping Maureen," ujar Willy. "Apa?" Arthur menatap Pedro, dan Pedro pun menganggukkan kepala tanda setujunya pada permintaan Willy. Aku akan menangis jika mendampingi Maureen menuju Altar, apa yang aku pikirkan? Dan apa yang aku harapkan? Jangan berpikir yang membuatmu akan sakit, Arthur. batin Arthur. Arthur lalu menganggukkan kepala. Dengan sorakan tepuk tangan yang meriah, Art

