Pukul sepuluh Mentari kembali ke sekolah guna untuk menjemput Gio, kali ini ia tidak ditemani oleh Yusuf melainkan Mentari berangkat sendiri. Pria baik itu tadi sempat menawarkan jika dia hendak menemaninya menjemput Gio, namun Mentari menolaknya. Biarkan saja Yusuf tenang dalam bekerja. Baru saja sampai, ia disambut dengan anaknya yang sudah duduk di area tunggu penjemputan. Senyumnya merekah kala melihat Mentari datang. "Mama...." panggilnya sembari melambaikan tangan. Mentari mendekat lalu menggandeng tangannya menuju mobil. "Bagaimana hari ini? Gio senang tidak?" Gio mengangguk antusias, "Gio senang ma. Ada banyak teman di sekolah." "Jadi anak pintar ya sayang," ia mengusap kepalanya pelan. "Harus dong!" Atensi Gio teralihkan saat melihat Ardan. Bukan hanya Gio, Mentari pun mel

