Pergi

1170 Kata

"Tuan, bagaimana jika anda masuk ke unit saya saja dulu sembari menunggu Mbak Mentari datang. Di dalam ada suami saya juga," tawarnya. Seketika lamunan Ardan buyar mendengar interupsi Sania. Ia kembali melihat pintu unit Mentari, rupanya masih tidak ada tanda-tanda si empunya mau membuka. Benarkah dia tidak ada di dalam? Namun perasaan Ardan yakin jika Mentari ada di sana. "Nanti saya coba hubungi Mbak Mentari, saya tanyakan sedang berada di mana beliau sekarang," ujar Sania ikut melihat ke arah pintu unit Mentari. "Kalau Mbak Mentari ada di dalam pasti dia langsung membuka pintunya." "Beda cerita jika dia tau aku yang datang," batin Ardan. "Mari masuk, Tuan," ajaknya dengan sangat ramah. Ardan mengangguk, "Terima kasih." Akhirnya ia masuk ke dalam, menerima tawaran Sania. Ardan ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN