Bentakan pria itu membuat Gio melangkah mundur ke belakang, ia benar-benar takut. Kejadian ini kembali terulang, bentakan dari orang yang sama berhasil mematahkan hati Gio. Wajahnya pucat pasih, sembari menggeleng Gio mengatakan jika dia tidak melakukan apa-apa. "Ak-aku bu-bukan anak nakal," cicitnya, siapapun yang melihat pasti tau bila Gio sedang menahan tangis. "Aku tidak menyakiti dia om." kata Gio sambil menunjuk Ayana yang masih menangis. Om? Kenapa Ardan tidak suka mendengar panggilan itu? Ia semakin kesal, apalagi Gio melihatnya dengan wajah ketakutan. "Kau anak nakal!" hardiknya pada Gio lalu Ardan menggendong Ayana. "Kamu tidak apa-apa sayang?" Ayana menangis merintih kesakitan di kedua lututnya, "Ini sakit papa." "Sakit ya? Nanti sampai rumah kita obatin ya sayang, pasti s

