Di layar ponsel Kania, foto bayi mungil dengan pipi kemerahan dan mata yang masih terpejam terpampang jelas. Caption Bella tertulis manis namun menusuk hati: "My little prince, kuat ya sayang. Kita hadapi semua nya bersama. Biarkan orang itu tidak mau mengakuimu. Tapi mommy akan selalu bersamamu." Kania membaca kalimat itu berulang kali. Matanya memanas, dadanya bergemuruh seolah jantungnya diremas kuat-kuat. Tangannya yang menggenggam ponsel bergetar hebat, hingga ia hampir saja menjatuhkan benda itu. Dengan tangan bergetar, dia juga membaca beberapa komentar yang disana. ‘Ihh lucu banget!’’ ‘’Ya ampun, bayi selucu ini gak di akuin bapaknya. Sadis!’’ ‘’Udah gapapa anak ganteng, biarin aja papa kamu lagi di pelet ani ani !’’ ‘’Papa mu lebih sayang ani ani nya dibanding kamu, biarin

