Suasana ruangan semakin tegang. Bella menangis sambil memegangi perutnya, tubuhnya gemetar hebat, bekas operasi yang masih basah terasa nyeri luar biasa karena emosinya yang meledak. Sementara Gio berdiri kaku, rahangnya mengeras, tatapannya masih menusuk, tapi tangannya bergetar seperti menahan sesuatu yang meledak dalam dirinya. Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Seorang perawat masuk sambil membawa tray obat. Begitu melihat keadaan pasiennya, ia terkejut. “Ya Tuhan! Ibu, tolong tenangkan diri!” seru perawat itu panik sambil segera mendekat. “Jangan terlalu banyak emosi, ini bisa berbahaya untuk kondisi pasca operasi!” Bella menoleh, matanya penuh air mata. “Suruh dia keluar! Suruh bajing4n ini keluar!” teriaknya, napasnya semakin tersengal. Perawat menoleh ke arah Gio dengan wajah teg

