Sementara itu, di apartemen Kania, suasana begitu muram. Tirai kamar tertutup rapat, hanya sedikit cahaya sore yang berhasil menembus masuk. Kania terduduk di pojok tempat tidur dengan tubuh gemetar. Ponselnya masih tergenggam, layar menyala menampilkan berita-berita panas tentang Gio yang memenuhi jagat sosial media. Judul-judul sensasional itu menusuk matanya seperti pisau: “Seorang DJ ternama Gio hamilkan dua perempuan sekaligus!” “Klub eksklusif milik Gio ditutup karena dugaan narkoba!” “Siapa sebenarnya wanita yang sedang mengandung anak Gio?” Setiap kata yang terbaca membuat d**a Kania semakin sesak. Air matanya luruh tanpa bisa ia tahan, tangannya bergetar, lalu secara refleks memeluk perutnya yang perlahan membuncit. Seolah ingin melindungi bayi yang tak berdosa dari semua keb

