Gio menepikan motor di halaman rumah orang tuanya dengan kasar. Ban motor nyaris selip karena rem mendadak. Napasnya masih tersengal, helmnya ia lepas dengan gerakan terburu-buru lalu dilempar sembarangan ke kursi teras. Tubuhnya lelah, bukan hanya karena perjalanan, tapi juga karena beban berat yang menumpuk di d**a. Begitu membuka pintu rumah, suara ayahnya langsung menyambar bagaikan petir di siang bolong. "Apa-apaan ini, Gi?!" bentak Surya, wajahnya merah padam. Ia berdiri di ruang tamu dengan ponsel di tangan, layar menampilkan berita gosip yang kini viral: “Gio, Anak Pengusaha, Hamili Dua Gadis Sekaligus, Diduga Terkait Narkoba di Klub Malam!” Langkah Gio otomatis terhenti di ambang pintu. Jantungnya berdegup kencang. Nafasnya tercekat. "Pa, Gio—" suaranya parau, bergetar. Sur

