Suasana di ruang penyidik terasa dingin dan penuh tekanan. Jam dinding berdetak pelan, seolah menambah rasa cemas yang menusuk d**a. Di hadapan meja, Gio duduk dengan wajah kusut. Tangan kanannya tak henti mengepal, sementara napasnya terasa berat. Seorang perwira polisi menutup map hasil pemeriksaan dengan suara tegas. “Saudara Gio, berdasarkan hasil razia barusan, kami menemukan barang terlarang di area klub Anda. Meskipun tidak ada bukti langsung keterlibatan Anda, sesuai prosedur hukum, klub Anda akan ditutup sementara waktu sampai penyelidikan selesai.” Seolah bumi runtuh di hadapannya. Gio mengangkat wajahnya, menatap tajam ke arah polisi itu dengan mata merah menahan emosi. “Pak, tolong dengarkan saya. Klub itu punya sistem keamanan yang ketat. Semua tamu diperiksa sebelum masuk.

