Bab 20

1116 Kata

Setelah kelas selesai, sore itu sekitar jam lima, Kania, Putri, dan Rahel melangkah ceria menuju mall. Cahaya lampu yang mulai menyala menghiasi jalanan, menambah semarak suasana. Mereka bertiga tampak bersemangat, meski Kania masih mencoba menutupi kegelisahan di hatinya. Baru saja mereka melewati pintu masuk bioskop, langkah Kania mendadak terhenti. Pandangannya membeku. Nafasnya tercekat. Di antara kerumunan orang, ia melihat sosok yang begitu dikenalnya. Gio. Lelaki yang selama ini ia nanti nanti. Namun bukan itu yang membuat Kania hampir kehilangan pijakan. Di samping Gio, berdiri seorang wanita cantik dengan senyum tipis, kedua tangannya penuh membawa kantong belanjaan. ‘’Kania, lo lihat apaan?’’ tanya Putri penasaran. Putri dan Rahel mengikuti arah pandang mata Kania. Dan merek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN