Sebuah Honda Jazz putih masuk melewati pekarangan rumah yang berdiri megah nan mewah. "Alhamdulillah, akhirnya sampai juga." Fairel berucap syukur, saat perjalanannya dengan sang istri bisa selamat sampai tujuan. "Pak, nanti tolong bantu masukin koper ke dalam, ya," ucap Fairel pada supir keluarganya, Jaka. "Baik, Den." Jaka mengangguk patuh. Fairel mengusap pipi Zhaira. "Sayang, bangun. Kita sudah sampai," ucapnya dengan lembut. Zhaira bergumam pelan, sampai akhirnya ia bangun dari tidurnya. "Sudah sampai, Kang?" tanyanya, sembari mengucak mata. "Iya, Sayang. Ayo turun," ajak Fairel. Keduanya pun turun dari mobil. Sedangkan Pak Jaka sedang mengeluarkan koper mereka. Fairel membawa tangan Zhaira ke dalam gandengannya. "Jangan malu, anggap rumah sendiri. Sekarangkan kamu u

