Fairel memijat pelipisnya yang terasa pusing. Tatapannya tidak luput dari layar laptop yang menyala di depannya. Saat tengah fokus, tiba-tiba saja bayangan wajah Zhaira muncul pada layar laptop. Kedua bola mata Fairel membulat sempurna, di sana terlihat Zhaira yang tengah tersenyum sembari memainkan rambutnya, lalu gadis itu mengedipkan sebelah mata pada Fairel. "Astagfirullah." Fairel menggelengkan kepala, mengusir bayangan Zhaira. Di mata Fairel, Zhaira selalu bertambah cantik semenjak pertemuan dulu di Pantai Ora. Fairel takut tak bisa menahan lebih lama lagi. Apalagi Zhaira adalah gadis yang hobi berpakaian minim, sering kali mempertunjukkan paha mulusnya ke publik. Bagaimana pun juga, ia hanya manusia biasa yang mempunyai khilaf. Terbukti saat pagi tadi, ia terkunci pada paha mu

