Zhaira menatap wajah Fairel yang tertidur, setengah jam lagi waktu subuh tiba. Zhaira tersipu malu saat mengingat apa yang terjadi antara dirinya dan Fairel tadi malam. Saat Zhaira hendak melepaskan lilitan tangan Fairel di perutnya, tiba-tiba suara Fairel terdengar. "Good morning," bisik Fairel dengan suara khas bangun tidur. "Morning," cicit Zhaira, tertunduk malu. Fairel semakin mengeratkan pelukannya. "Ciee yang udah nggak perawan lagi," godanya, lalu mengecup pipi Zhaira. "Ih, Kang! Frontal banget sih, ngomongnya," kesal Zhaira, melayangkan cubitan pelan pada lengan Fairel yang berada di atas perutnya. "Nggak apa-apa, dong. Kan udah halal," ucap Fairel. Zhaira mengerucutkan bibir. Ternyata Fairel m***m juga. Rasanya Zhaira ingin terjun dari atap gedung tertinggi sekarang j

