Fairel dan Zhaira sudah sampai rumah. Kini keduanya tengah menikmati udara malam di balkon kamar. Fairel duduk bersandar sembari mengusap kucing anggora berwarna putih yang berada di pangkuannya. Sedangkan Zhaira duduk di sampingnya sembari menikmati satu cup es krim rasa cokelat. "Liat deh, Sayang. Lucu banget kan kucingnya?" tanya Fairel, melirik Zhaira sekilas. Zhaira mengangguk antusias. "Iya, Kang. Lucu banget," ucapnya lalu ikut mengusap kucing itu. "Oh iya, Sayang. Mau di kasih nama apa kucingnya?" Fairel bertanya. Kucing anggora ini baru mereka beli setelah pulang restoran tadi. Zhaira tampak berpikir sejenak. Detik berikutnya, ia tersenyum lebar setelah mendapatkan nama yang pas untuk kucing barunya dan suami. "Gimana kalau Popo Ndin aja, Kang?" tanya Zhaira, tanpa memuda

