Suka

1012 Kata

Fairel kembali menyeruput kopinya, namun tatapan mata itu tak lepas juga dari layar laptop. Saat ini, ia tengah membuat sebuah desain untuk proyek barunya yang berada di Bengkulu. Fairel memijat pelipisnya yang sedikit berdenyut. Lalu kembali berkutat dengan pekerjaan yang menjadi cita-citanya sejak duduk di bangku SMA. "Abang, assalamu'alaikum!" Raina berucap salam seraya mengintip dari ambang pintu ruang kerja Fairel. Fairel terkekeh pelan melihat sang adik yang mengintip di sana. "Wa'alaikumussalam, Adikku tercinta. Sini masuk, Abang lagi buat desain nih." Raina tersenyum, lantas berjalan masuk mendekati Fairel. "Abang pasti pegel, ya? Biar Raina pijitin deh," ucapnya seraya memijit bahu sang kakak. "Aduh, enak banget pijitan kamu, Dek. Sering-sering ya, pijitin Abang." Fairel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN