Harapan = Racun

1016 Kata

Zhaira menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Berbaring dengan posisi terlentang sembari menatap langit-langit kamarnya yang terdapat tempelan bintang-bintang serta bulan. Kedua sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman yang manis. "Fairel... Lo bikin hati gue makin meleleh tahu nggak? Hm, keluarga lo juga baik banget sama gue. Ummi Karimah, dia udah kayak Mami gue sendiri. Tatapan matanya menghangatkan dan tutur katanya bikin hati gue adem," ucap Zhaira sembari membayangkan sosok Karimah dan almarhumah maminya. Zhaira beranjak dari kasur dan melangkah mendekati kaca jendela. "Gue percaya sama Fairel dan keluarganya, kalau mereka bisa menjaga rahasia gue. Mereka keluarga baik-baik dan pasti jauh lebih mengerti apa arti dari amanah." Zhaira menghela napas panjang. "Sebenernya, gue nggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN