Zhaira berjalan ke arah halte dengan sedikit pincang membuat Fairel yang masih berdiri di tempat mengacak rambutnya dengan frustasi. Ia harus menahan diri agar tidak menyentuh Zhaira, tapi melihat cara berjalan Zhaira membuat Fairel tidak bisa diam saja. Fairel sedikit berlari menyusul langkah gadis itu, kemudian memegang bahunya. Zhaira berhenti melangkah, mendongak menatap Fairel yang tak menatapnya balik. "Biar saya bantu," ucap Fairel. Zhaira terpaku. Membiarkan Fairel membantunya berjalan ke halte. Sesekali Zhaira mendongak untuk menatap wajah tampan laki-laki itu. "Di lurusin kakinya, Zha," ucap Fairel setelah membantu Zhaira duduk. Zhaira menurut saja. "Makasih ya, Rel." Fairel duduk disebelah Zhaira. "Iya, sama-sama. Saya juga minta maaf karena saya, kamu jadi celaka."

