Fairel menatap lurus ke depan dengan tampang datar. Sudah satu jam lebih ia menunggu wanita berpakaian minim itu datang. Dan begitu sampai di tempat janjian, justru wanita tak tahu diri itu malah meminta Fairel untuk menunggunya makan terlebih dahulu. "Pak Fairel mau coba tidak?" tawar Celine, klien yang saat ini Fairel temui. Fairel hanya menggeleng sebagai jawaban. "Ayolah, sedikit saja. Pak Fairel daritadi belum makan, kan?" Celine membujuk Fairel. "Tidak. Terima kasih," jawab Fairel dengan suara dingin. Caline mengembungkan kedua pipinya. Kecewa dengan respon Fairel. Namun, detik berikutnya wajah cantik itu kembali ceria. "Pak cobain dulu deh, ini enak banget. Salah satu menu favorit saya kalau makan di sini." Celine tersenyum merekah, seraya menyodorkan sesendok makanan ke a

