Hidup, Maaf, dan Cinta

926 Kata

Zhaira meringis saat mobil terparkir di sebuah kantor polisi tempat dimana Dafa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Zhaira menghela napas berat, menoleh ke arah Salsa yang tersenyum meyakinkan. Salsa mengusap bahu Zhaira dengan lembut. "Gue yakin, lo bukan anak durhaka, Zha. Ayo, temui Bokap lo dan minta maaf sama dia." Zhaira mengangguk. Lantas keluar dari dalam mobil dan melangkah memasuki kantor polisi. Sedangkan Salsa sengaja menunggu Zhaira di mobil, ingin memberikan waktu untuk Zhaira dan Dafa. Zhaira diantar salah satu polisi untuk bertemu dengan Dafa. Sementara polisi pergi memanggil Dafa, Zhaira duduk gelisah di atas kursi, masker penutup wajah sudah ia lepas. Kedua tangannya meremas ujung hijab kuning yang ia kenakan. Zhaira tertunduk, dalam Lubuh hatinya, ia sangat merindu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN