Sarah berusaha keluar dari keterkejutan yang tak mengenakkan jantung di pagi hari. Dia berusaha menyadarkan, mulai mencubit-cubit tangannya untuk menunjukkan semua itu hanya mimpi. Sayangnya, rasa sakit yang didapatkan sangat nyata dirasakan. Wanita itu bahkan mengerang lemah oleh nyeri sakit hasil dari cubitan. “Yang kau lakukan itu begitu menghina harga diriku.” Kesadaran Sarah tersentak oleh kehadiran Alex yang tanpa disadari telah berdiri di dekat ranjang. Spontanitas Sarah langsung mendongak, menatap Alex yang melayangkan tatapan dingin penuh rasa kecewa. “Caramu bicara padaku yang tidak sopan itu juga menghina harga diriku!” Sarah memprotes Alex yang dengan mudah berbicara tak formal seperti biasa. Wajah Alex langsung berubah kesal pada Sarah yang menatap sinis. Alex mengakui dir

