Fania menggeliat dan semakin mendekat ke arah Breanch yang langsung mendekap tubuh nya erat. "Kau kedinginan ?" bisik Breanch kecil di telinga Fania, membuat perempuan tersebut langsung mengangguk kecil. Breanch mendekap Fania semakin erat ke arah tubuh nya yang polos, mencoba menyalurkan kehangatan dari tubuh nya kepada perempuan yang sebentar lagi akan masuk kedalam alam mimpi nya itu. "Apa sudah jauh lebih baik ?" tanya Breanch lagi membuat sebuah senyum kecil terbit, yang tidak di lihat oleh pria bermata amber itu sendiri, yang masih sibuk menghangatkan nya. "Kurasa begitu." ucap Fania sembari semakin menggeliat dalam dekapan hangat yang di terima nya. Fania terbangun saat kicauan burung - burung mulai semakin nyaring terdengar, mengusik tidur nya. Alarm alam. Hal pertama yan

