Hari sudah gelap dan mereka masih saja terus berlari dengan Breanch yang mempin jalan, hanya terus berlari tanpa melihat arah yang pasti atau membawa mereka kemana. Yang pasti pria bermata amber itu hanya terus berlari dengan terus menggenggam tangan Fania yang sudah kelelahan. Fania hampir saja terjatuh saat mereka masih terus berlari melewati hutan dalam kegelapan, yang untung saja pria bermata amber itu memegang tangan nya. "Hah..Hahh..Hah..Ak--hu.. Aku lelah." ucap Fania terputus - putus. Di lepas nya genggaman tangan Breanch dari tangan nya sebelum membungkuk untuk memegang kedua lutut nya. Mencoba mengatur detak jantung nya yang berdegup kencang. Melihat hal tersebut membuat Breanch menatap ke belakang punggung Fania, mencoba mengantisipasi jika ada yang datang. Tetapi, sama sek

