Bab 2

1057 Kata
Bab 2 Alex mematut di depan cermin. Sebentar lagi ia akan menemui Cassandra. Di acara makan malam romantis di restoran bintang 5 yang cukup ternama. Yang sudah diatur sang mama. Selain untuk memenuhi keinginan sang mama, Alex yang penasaran akan sentuhannya dengan gadis belia yang ditemui di bis siang tadi. Kali ini ia akan mencoba bersentuhan dengan wanita yang pilihan mamanya. Akankah tubuhnya bereaksi sama? "Tuan saya akan mengantar Anda ke Queen Resto! Nyonya Anna takut Anda kabur, beliau tidak ingin Anda menolaknya lagi! Nona Cassandra, merupakan bibit unggul dan tidak bisa disamakan dengan artis peran lain. Keluarganya memiliki bisnis Fashion yang melesat hingga 10 besar di tahun ini!" jelas Kenzi sesuai keinginan Nyonya Anna. "Untuk wajah dan fisiknya, Anda lebih paham karena Anda sudah melihat fotonya. Di akun media sosial dan You Tube wajah Nona Cassandra juga sering muncul! Saya rasa, untuk fisik itu tak ada masalah dan bisa di katakan itu tipe yang Anda suka!" imbuhnya. Tangan Alex terulur, mengambil salah satu arloji mewah miliknya. "Percuma cantik! Kau paham apa yang aneh denganku! Tak cukup hanya cantik! Sejauh ini hanya gadis yang aku temui di bis kemarin yang bisa membuat gairahku hidup. Aku bisa datang sendiri ke acara makan malamku dengan Cassandra, sebaiknya kamu segera mencari tahu siapa gadis yang bersentuhan denganku siang tadi!" titah Alex. Gelora dalam tubuhnya berapi-api. Sudah tidak bisa dihentikan lagi. "Tapi Tuan!" protes Kenzi. "Tidak tapi-tapi an! Sekarang kamu cari gadis itu! Aku bisa mengurus sendiri acara makan malam ku dengan Cassandra. Aku tidak akan kabur!" tegasnya. Bibirnya terkatup rapat, memperlihatkan rahangnya yang kokoh. "Baik Tuan!" jawab Kenzi. Pria berusia 29 tahun itu menuruti titah sang tuan. Ya hampir setengah hidupnya Kenzi mengabdikan dirinya bekerja di keluarga Atmaja. Berkat kejujuran dan profesional dalam kerja, Kenzi berada di titik ini menjadi sekretaris kepercayaan Tuan Alex, sang presiden direktur yang merupakan satu-satunya pewaris Atmaja Group. Sebelum keluar dari kamar, Alex mengaplikasikan parfum dari Paris dengan aroma maskulin yang dominan. Terakhir ia meraih ponsel. Dengan menggunakan lift. Pria itu turun ke basemen di mana mobilnya terparkir. Ya. Sejak menjadi duda, Alex memutuskan untuk tinggal di apartemen. Tidak hidup bersama papa dan mamanya di rumah utama. Pintu lift terbuka. Ia segera melangkah ke mobil Ferrari merahnya. Membuka pintu mobil, lalu duduk di belakang kemudi. Perlahan kendaraan roda empat mulai berjalan keluar dari basemen. Drrtttt.. Drrtttt.. Ponsel Alex bergetar. Ada panggilan dari Nyonya Anna. Memangnya siapa lagi. "Halo Ma!" sapa Alex setelah hansdfree terpasang sempurna di kedua indra pendengarnya. "Kau tidak kabur lagi kan kali ini?" tanya sang mama mendengarnya “Tidak Ma! Ini sebentar lagi aku sampai di Queen Resto!" jawab Alex. "Mana Kenzi? Mama mau bicara dengannya!" Nyonya Anna tidak akan semudah itu percaya dengan Alex. Sudah sering ia mangkir dari perjodohan. "Kenzi tidak bersamaku Ma! Dia ada tugas lain!" jelasnya. "Ya sudah Ma, ya!" Klik. Alex mengakhiri panggilan video begitu saja. *** Alex datang terlebih dahulu. Ia menunggu kedatangan Cassandra di sebuah private room di Queen Resto. Saat sendiri Alex kembali mengingat sentuhan satu detiknya dengan gadis belia siang tadi. Siapa dia? Alex yang merindukan kehangatan. Sungguh ingin segera bertemu dengannya! Ingin menghabiskan malam yang indah bersama gadis itu. Ya gadis yang ia sendiri belum mengetahui namanya. Cklek. Pintu terbuka. Seorang pelayan wanita masuk dengan membawa buku menu. Di belakangnya berjalan dengan elegan. Wanita ada di foto yang dilihatnya tadi. Cassandra mengambil duduk di depan Alex. Tak menunjukkan ketertarikan pada pria di hadapannya. Berseberangan dengan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya. Itu adalah strateginya untuk mendapatkan Alex. "Silakan mau pesan apa?" pelayan wanita memberikan buku menu, mempersilakan kedua tamunya untuk memesan. "Steik medium!" ucap Cassandra. "Minumnya lemon tea, dan cheese puding untuk dessert!" imbuhnya. "Aku pesan sama dengannya!" ujar Alex. Menutup buku menu dan memberikannya pada pelayan. "Baik Tuan dan Nona!" tutur si pelayan sopan dan segera keluar dari sana. Kini di ruangan itu hanya ada Alex dan Cassandra. Alex yang ingin melakukan percobaan mengenai reaksi sentuhannya pada wanita, sengaja memesan privat room dengan meja bulat dan tidak terlalu besar. "Hai, ini sebenarnya membuang-buang waktu! Aku tidak biasa blind date dengan pria mana pun, jadi jangan berharap banyak dari perjumpaan kita malam ini!" sapa Cassandra mengawali pembicaraan dengan pria tampan fi hadapannya. "Aku Alex! Aku juga tidak bisa menjanjikan apa pun dari pertemuan kita ini, semua karena mama yang memaksaku! Dia pikir kamu kriteria yang aku sukai!" Alex sengaja mengulurkan tangan. Kedua netra mengamati Cassandra. Dia cantik, rambut panjang bergelombang. Wajah oval dan ada lesung di pipinya. Bulu mata lentik, hidung mancung, bibir seksi merah merona. Untuk tinggi badan dan fisik tidak di ragukan lagi, proporsional. Degh. Jantung Alex bertalu-talu ketika Cassandra bersiap untuk menjabat tangannya. Akankah tubuhnya bereaksi sama. "Salam kenal! Aku Cassandra!" Gadis itu mengulurkan tangan dan menjabat tangan Alex. Alex menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman. Kenapa biasa saja! Kenapa ada yang salah! Cassandra tidak memberikan reaksi apa pun pada tubuhku! Apa yang salah! Dia cantik dan seksi! Kenapa tubuhku membeku! Alex bergerak cepat mendaratkan ciuman di punggung mulus Cassandra, tetapi sama saja. Apa yang ia rasakan siang tadi saat bersentuhan dengan gadis di bis, tidak ia rasakan saat ini. Ini bukan salah Cassandra. Ini bukan dia yang salah. Tapi ini aku yang belum sembuh! Gadis belia di bis! Aku harus menemukanmu! Cassandra yang tidak menyangka bahwa Alex akan mencium punggung tangannya, beranggapan lebih. Menganggap bahwa Alex menyukainya. Selama ini Alex terkenal sebagai miliarder yang dingin, dan mengacuhkan semua wanita karena masih belum bisa move on dari istri pertamanya yang telah meninggal. Pintu terbuka. Seorang pelayan masuk dan membawakan pesanan mereka. Selanjutnya, bisa ditebak Alex tak antusias lagi berada di sana. Tampak jelas Cassandra yang ingin mendekati pewaris tunggal Atmaja Group. Meski Duda, Alex sangat tampan dan tidak bisa dilewatkan begitu saja. Hingga acara makan malam selesai Alex tak menunjukkan lagi bahwa dirinya antusias dengan Cassandra. Bahkan, ia tidak menawari sang model untuk pulang bersamanya. "Cassandra, aku pulang sekarang sepertinya aku lupa kalau ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan sekretaris ku!" dalih Alex. "Iya, Alex sampai ketemu lagi!" sahutnya. Cassandra yang masih euforia karena Alex mencium punggung tangannya percaya begitu saja. Alex beranjak dari duduk dan segera meninggalkan meja makannya. Bergerak menuju mobilnya di area parkir. Ia menyempatkan membuka ponsel. Ada pesan dari Kenzi. Kenzi : [ Saya sudah mendapatkan informasi mengenai gadis di bis siang tadi, biodatanya ada di meja kerja Anda besok pagi ]
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN