Abinaya membuang napas berat, tubuhnya menyender ke punggung kursi saat kepalanya menghadap ke atas langit-langit. Matanya yang nampak lelah, menerawang jauh masalah apa saja yang terjadi akhir-akhir ini. Ucapan Andra masih terngiang-ngiang dengan jelas saat putranya itu menghubunginya sebelum akhirnya Abinaya memutuskan untuk meminta Aliza agar meninggalkan rumah. “Pa .... ” Terdengar lenguhan Andra di sebrang sana. “Dra? Kamu di mana? Kenapa gak pulang? Ada masalah apa?” tanya Abinaya bertubi-tubi. “Liza belum kasih tahu Papa, kan?” Andra balik bertanya, merasa curiga karena sepertinya, ayahnya itu tak tahu masalah apa yang terjadi padanya. “Kasih tahu apa, Dra? Kalian berantem? Masalah apa?” tanya Abinaya pelan seolah sedang menenangkan anak kecil yang sedang merajuk. “Aku gak

