Sebuah Kenyataan

1547 Kata

Ethan melangkah lemah ke arah ranjang, lalu meraba kasur yang tampak sedikit berantakan. Selimut di atasnya tidak rapi, persis seperti baru saja dipakai. Hawa di atas kasur masih hangat, tanda tempat itu baru saja ditinggalkan si pemiliknya. Belum sempat melakukan banyak hal, seseorang masuk ke dalam kamar tersebut. Jelas, Ethan langsung berbalik. Tanpa menunggu beberapa detik, ia tahu itu siapa, Aliza. Aliza terlihat sangat kaget, mematung di tempatnya, tak percaya pria itu berani masuk ke dalam asrama putri bahkan ke dalam kamarnya tanpa permisi. Tentu saja, Aliza langsung melotot kesal, satu tangannya berada di gagang pintu, bersiap untuk keluar jika Ethan melakukan sesuatu yang tidak pantas. Wajah Ethan tetap sama, yaitu dingin. Namun, hanya dirinya yang tahu bahwa ia sangat lega

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN