“Masuk. Kakak ada urusan lain,” pinta Andra ketika mobil berhenti di depan rumahnya. Aliza panik. Ia takut Andra menemui Ethan atau orang-orangnya untuk membalas apa yang Ethan lakukan. Sekuat apa pun Andra dan orang-orang suruhannya, tetaplah Ethan lebih unggul. Aliza tahu itu, ia tahu sebanyak apa Ethan memelihara banyak pria bertubuh kekar di rumahnya. “Tapi .... ” Aliza ingin mengatakan sesuatu, tetapi ia juga tak tahu harus mengatakan apa. “Jangan kasih tahu Papa. Biar Kakak pikirin caranya dulu,” ujar Andra tetap duduk di tempatnya, bahkan tangannya tetap menyentuh setir seolah ia akan langsung pergi lagi. “Maafin aku, Kak,” kata Aliza lalu keluar dari mobil. Benar saja, Andra langsung meninggalkan halaman rumah setelah Aliza masuk ke dalam rumah. Hari baru memasuki malam seh

