Bab. 17

1160 Kata

"Pengadilan agama buka dari senin sampai jumat. Aku bisa datang kapan saja." Badanku tak bertenaga mendengar ancam4n Halimah. Entah apa yang merasukinya hingga bertingkah seberani ini padaku? Mungkin dia cemburu mengetahui aku menduakannya dengan Fina? Iya, pasti begitu karena aku tahu Halimah cinta mati padaku sejak dulu. Bahkan, agar bisa menikah denganku dia rela menentang orang tuanya. Tentu aku merasa bangga digilai wanita seperti Halimah, dia cantik, terpelajar, dan kaya raya. Sejak pacaran aku tak perlu repot-repot menyenangkannya, sebab Halimah sudah terbiasa mandiri. Aku sudah membayangkan bakal hidup enak setelah menikah dengannya. "Sayang, aku tahu salah. Aku khilaf, Fina yang selalu menggoda aku duluan." "Apa?!" Fina menarik jaketku, wajahnya memerah karena marah. "Jangan a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN