Hari ini, hari yang membanggakan bagi Maura. Selang infus yang dari kemarin menempel di punggung tangannya hari ini bisa di lepaskan. Itu pun berkat paksaan dari dirinya sendiri kepada Ciko. Semalam Maura memaksa masnya itu untuk mengatakan kepada dokter jika dirinya sudah lebih baik dari sebelumnya. Awalnya Ciko tidak mau dan sangat menentang. Dia takut adik sepupunya itu masih lemas. Berhubung Maura yang keras kepala dan terus menentang apa yang Ciko katakan, akhirnya Ciko memilih untuk mengalah saja. "Senengkan lu." ketus Ciko ketika membantu Maura merapikan barang bawaannya. Hanya sedikit tidak banyak. Bukannya marah ketika mendengar ketusan dari Ciko, Maura malah terkekeh dan menyenggol lengan masnya itu. "Seneng dong Mas. Yuk," barang yang dia bereskan sudah selesai. Ciko mengge

