Hari berlalu begitu cepat. Setelah kejadian di mana ayah Maira anfal, jantung Tio kembali berdetak normal. Hanya saja, masih terlelap dalam tidur panjangnya. Pagi ini, pagi yang sangat Attar tunggu. Hari ini dia akan menjalankan kerja lapangannya. Tidak biasanya, di jam enam pagi Attar sudah siap dan duduk di meja makan. Bahkan seisi rumah memandang Attar dengan tatapan tidak percayanya. "Kenapa sih kok pada liatin Attar gitu banget?" tanya Attar ketika mendapati papah dan adik laki-lakinya dari tadi menatap kearahnya. Oliv yang datang dari arah dapur terkekeh mendengar pertanyaan putranya yang terbesit nada kekesalan di pandangi oleh keluarganya sendiri. "Aneh Bang." ujar Oliv seraya meletakkan piring besar yang berisikan nasi goreng untuk mereka sarapan. "Aneh? Emang kenapa Mah?"

