Sebelum memulai sesi ceritanya, Maura menghirup udara terlebih dahulu lalu menghembuskannya secara perlahan. Pasalnya baru kali ini dia mau menceritakan tentang seseorang sehabis dia mengalami kejadian dengan pria masa lalunya. Nafisah memang mengetahui tentang hal itu. Awalnya Maura tidak mau memberi tahu, tapi karena abangnya sudah keceplosan dan berakhir dirinya menceritakan. "Kak," "Hm?" "Lu pernah suka sama orang ngga?" tanya Maura dengan kedua tangannya yang saling bertaut. "Gue? Ya pernah lah Ra." sahut Nafisah seraya menyeruput minumannya yang baru datang. "Lu pacaran?" Bukannya menjawab, Nafisah malah tertawa tapi hanya sebentar. Dia berdehem sejenak, "Lu tau sendirikan gue ngga mau pacaran." Maura mengernyitkan dahinya dan menatap kakaknya itu dengan serius. Sedangkan sa

