Ikhwan masih berdiri disamping Hanun. Menunggu apa yang menjadi keputusan Gadis itu. Ikhwan melihat Hanun meremas ujung Hijabnya. Gadis itu resah dan bingung. Baginya ini terlalu cepat dan serba mendadak. "Bismillahirrahmanirrahim. Insya'allah dengan memantapkan hati ,Saya Menerima Lamaran ini. Tapi.." Kata-kata Hanun tergantung. Dia bingung antara melanjutkannya atau tidak. Tapi ini menyangkut dirinya dan masa depannya. Sementara itu Ikhwan dan keluarganya mulai menampakkan wajah kekhawatiran mereka. Takut Jikalau Hanun menolak lamaran itu. "Tapi ada beberapa syarat untuk Pak Ikhwan." Ikhwan menarik nafasnya lagi. "Saya tidak pernah mau dipoligami dan yang kedua, Izinkan saya tetap melanjutkan kuliah saya sampai lulus." Semua tersenyum mendengar syarat yang dikatakan Hanun. "Sebe

