Perjodohan (Tiga)

882 Kata

Hanun memandangi Jas milik Ikhwan. Disana tertulis nama pria itu. Ikhwan Abyanul Kalam. "Pak Ikhwan..." ucapanya lirih. Baru saja dia mengembalikan jas itu, dan sekarang sudah bersamanya lagi. Kenapa takdir begitu suka jika dia selalu berada pada kesempatan untuk bertemu dengan Ikhwan. "Balqis..!!" teriak umminya. "Iya Ummi.." jawabnya. Hanunpun bergegas turun kebawah tanpa menggunakan cadarnya. Ketika hendak turun, dia kaget karena ada Bu Faris sedang mengobrol bersama Ibunya dibawah sana. "Udah kesini aja nak, lagian tamunya Perempuan kan?" Baru saja Hanun hendak mengambil cadarnya, namun niatnya dia urungkan karena ucapan Ummi-nya. "Benar juga sih, kan sama-sama perempuan." ucapnya dalam hati. Hanun turun dan bergegas keruang tamu. "Subhanallah, kamu cantik sekali nak. Ibu ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN