Ikhwan sedang menulis diruangannya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya. "Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam. Masuk saja." Hanun membuka lebar pintu ruangan itu. Ikhwan menatap Gadis itu. Masih sama seperti sebelumnya, dia mengalihkan pandangan dari menatapnya. "Taruh saja dimeja saya." ucap Ikhwan. "Iya pak, ini ada titipan dari ummi saya. Katanya dia berterima kasih kepada Bapak karena sudah menolong saya." Hanun menaruh sekotak brownis coklat dimeja dosennya itu. "Terima kasih, dan sampaikan salam saya kepada beliau ." "Baik pak. Kalau begitu saya pergi dulu. Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam." Sebenarnya Ikhwan ingin sekali berlama-lama mengobrol dengan gadis itu. Tapi, apalah dayanya yang takut akan dosa. Semakin hari, rasa itu semakim menjadi. Kenapa harus Hanu

