" lagi makan apa? " tanya arga pada raya yang kini tengah duduk di kursi meja makan dengan makanan di meja.
Tadi arga benar benar me ngecek ponsel milik raya. Setelah benar benar melihat nomor siapa yang ter akhir raya hubungi, baru lah arga beranjak me nyusul raya ke dapur.
" makan ati. " jawab raya dengan nada jutek.
" kok gitu jawab nya. "
" ya habis nya om gak percaya sama aku. "
" bukan gak percaya. Habis nya aku ketuk pintu berulang kali kamu gak denger. Siapa yang gak curiga coba? "
" ya tapi gak usah se olah olah nuduh aku telfon nan sama cowok gitu. "
" siapa yang nuduh kamu telfon nan sama cowok? Tadi kan aku cuma nanya, habis telfon nan sama siapa kamu? Gitu. "
" tau akh. Om ngesel lin. "
Raya ngambek sekarang.
Raya bangkit dari kursi nya mem bawa jus jeruk ke ruang tivi.
" mau ke mana? "
Raya tak men jawab.
Raya duduk di sofa. Bibir nya manyun.
" jangan ngambek donk. " ucap arga yang kini duduk di samping raya.
Raya menoleh menatap arga dari bawah hingga ke kepala.
" om baru pulang kerja? "
Raya baru sadar jika arga masih me makai pakaian kerja.
Bahkan arga masih memakai dasi yang sudah di longgar kan dan tak lagi rapi.
" iya. " jawab arga.
" om sudah makan? " raya tak tega juga melihat arga yang baru pulang dari luar kota.
- Pasti nih irang dari luar kota langsung ke sini. - batin raya.
" belum. "
" aku pesen nin makanan ya. Aku gak sempet masak buat makan malam tadi. Bukan gak semoet sih. Cuma lagi males. He he he. "
" ya sudah. Pesan saja. "
" om mau makan apa? " tanya raya yang kini tengah meng utak atik ponsel nya untuk memesan makanan.
" makan kamu aja boleh? "
" daging ku pait om. "
" masa sih? Boleh aku coba? "
Arga mendekat.
Me ngangkat tubuh kecil raya ke atas pangkuan nya.
" om. Ini aku lagi pesen makan loh. "
Raya kaget karna tiba tiba di angkat dan di duduk kan di atas pangkuan arga.
" pesan saja. Aku pengen peluk kamu. "
Arga memeluk pinggang raya yang kini duduk di atas paha nya saling ber hadapan.
Arga menyusup kan wajah nya di tengkuk raya.
" om jangan begitu. Geli. Ini gimana pesen makan nya kalo om begitu. " protes raya yang merasa geli. Karna arga menyusup kan kepala nya.
Ini pertama kali nya raya melakukan kontak fisik se dekat ini dengan laki laki.
" sssshhhh. Diam lah. Pesan saja makanan nya. Jangan bawel. Aku lagi pengen peluk kamu kayak gini. "
Arga nampak nyaman menyandar kan kepala nya di atas pundak raya sambil menciumi leher raya.
Meski raya merasa geli dan tidak nyaman
Tapi raya men coba fokus pada ponsel nya untuk segera me mesan makan malam untuk arga dan juga diri nya.
Setelah selesai me mesan makan malam. Raya me lempar ponsel nya ke atas sofa.
" om aku sudah selesai pesen makan nan nya. Lepas sin om. "
Tanpa ba bi bu lagi. Arga langsung menekan tengkuk raya dan men cium raya brutal.
Raya yang tak siap pun mencoba men dorong arga.
Tapi dekap pan arga tak bisa di sepele kan.
Arga mulai me lumat bibur raya dengan lembut.
Tangan nya mengusap punggung raya dengan lembut juga.
Akhir nya raya pun bisa menikmati ciuman yang arga beri kan.
Bibir mereka saling mencecap.
Melumat bibir atas dan bawah ber gantian.
Raya pun yang sudah beberapa kali melakukan ciuman dengan arga, kini mulai bisa mem balas yang arga lakukan.
Kini raya mengalung kan tangan nya di leher arga.
Meremas lembut rambut arga.
Bibir nya meng hisap bibir bawah arga dengan lembut.
Bahkan kini kini raya berani me neliti rongga mulut arga dengan lidah nya.
Arga tersenyum di sela cium man nya. Menyadari raya yang sudah mulai agresif dengan mem balas ciuman nya.
Raya masih asik meneliti setiap inci yang ada di dalam mulut arga dengan tangan yang terus meremas rambut belakang arga dengan lembut.
Arga mem biar kan raya melakukan yang ingin ia laku kan.
" eeemmmhhh " lenguh arga saat raya menghisap kuat lidah arga.
Tangan arga menyusuri punggung raya masuk ke dalam baju tidur yang raya pakai.
Mengusap lembut punggung mulus itu dari balik baju tidur raya.
" eennngghhh. " raya merasa geli tapi juga menikmati saat arga mulai mengusap Perut nya dari balik baju.
Tangan arga gatal.
Tangan nya mencari gundukan kembar milik raya dari balik baju tidur nya sambil terus melumat bibir raya.
Raya belum menyadari jika kini tangan arga sudah masuk ke dalam baju dan tengan bergerilya mencari sesuatu.
" ssshhh. Eeenngghh. " raya kembali mengeluar kan suara yang ter cekat di tenggorokan.
Tangan arga pun menemukan yang dia cari.
Arga menyingkap ke atas penutup yang menutupi gundukan itu tanpa melepas pengait nya.
Ukuran nya tak begitu besar. Namun pas di genggaman.
Masih ter buai dengan rasa yang baru pertama kali ia rasakan.
" eeemmmhhh. " lagi lagi raya mengeluar kan suara indah nya saat merasa kan ada remasan pada dua gundukan nya.
Raya tidak tau dari mana remasan itu berasal ia tengah mabuk dengan rasa yang tengah ia nikmati.
Arga meremas lembut dua gundukan itu.
Arga melepas ciuman pada bibir raya.
Raya masih memejam kan mata menikmati remasan dan pelintiran kecil di pucuk gundukan nya.
Arga tersenyum melihat wajah raya yang menikmati apa yang dia lakukan.
Arga mencium leher raya dengan terus meremas dua gundukan itu.
Ting tong
" aaaaaaaa.. Yaaaaaakkk. " suara bel pintu menyadar kan raya.
Raya panik dan langsung melompat dari pangkuan arga.
" om ngapain? " teriak raya pada arga.
Namun arga hanya senyam senyum tidak jelas sambil berjalan hendak mem buka pintu.
Raya yang masih syok dengan hal yang baru saja ia rasa kan kini raya tengah memeriksa kondisi pakaian nya.
Baju nya memang masih rapih.
Tapi penutup gundukan nya tersingkap ke atas.
Dan raya mengingat semua nya sekarang.
Raya duduk di atas sofa. Tak menyangka dengan apa yang baru saja arga lakukan.
Raya mengacak acak rambut nya frustasi.
" ck. Bisa bisa nya aku lepas kendali. Ini gak bisa di biarin. Om arga harus tanggung jawab. "