Alka telah tertidur saat mereka tiba di rumah putih dan megah itu. Alvito menggendong Alka dengan kepala terkulai di bahunya. Mischa mengikutinya dari belakang. Rumah yang menjadi tempatnya bernaung selama 5 tahun, tempat hari-harinya dulu begitu sangat bahagia. "Papa." Misha berkaca saat melihat pria paruh baya yang masih terlihat gagah itu merentangkan kedua tangannya. Dia segera berhambur ke pelukan Bastian. "Anak hilang telah kembali," kata Bastian. Diusapnya rambut Mischa penuh sayang. Mischa meneteskan air mata. "Sudah jangan menangis, nanti lelaki bodoh itu senang." "Papa." Alvito menatap papanya sebal. Mischa mengusap air matanya. Diambilnya Alka dari gendongan Alvito, Alka segera terbangun. "Alka ini kakek, sayang. Kakek Alka," kata Mischa. Mata Bastian berbinar, diraihnya Al

