Dua hari sebelum resepsi pernikahan, Dering ponsel Alvito terdengar berkali-kali, karena Alvito sedang mandi Mischa mengangkatnya. Terdengar suara wanita, sambil terengah-engah dia berbicara. "A-ada Alvito?" "Dari siapa dan ada perlu apa?" "Saya perlu bicara dengan Alvito, ini urgent!" "Dia sedang mandi. Sampaikan sama saya saja." Alvito dengan masih berlilit handuk keluar dari kamar mandi. "Siapa sayang?" Mischa menaikkan bahunya, memang nomor itu tidak bernama. Alvito meraih ponselnya. Dia terdiam. "Baiklah, aku akan ke sana," kata Alvito. "Ada apa?" "Mama dilarikan ke rumah sakit, kamu mau ikut?" Wajah Mischa memucat. "Tapi Alka? Mama belum pulang, abang pergi duluan. Kalau ada apa-apa kabari saja nanti aku menyusul." Alvito mengangguk. Mischa menyiapkan pakaian Alvito

