Determine (2)

1006 Kata

Andaru bersiul-siul sepanjang pagi hingga menjelang siang hari. Ia bahkan membuat heran semua orang, termasuk Abah Tambun. Mereka tengah bekerja di tengah panas terik bersama para welder dan mesin las yang panas. Tapi Andaru tetap tersenyum kepada siapapun yang melirik ke arahnya dengan dahi yang mengerut. Bukan karena penasaran, tapi karena sedikit kesal. Andaru bahkan tidak sadar salah seorang rekannya baru akan meneriakinya. Namun Abah Tambun memelototinya dari jauh dan mengambil-alih. “Kau bangun pagi sekali tadi,” Abah Tambun membuat Sebagian besar pria-pria dengan coverall berwarna merah darah itu mengerang dan memutar matanya. “Yep! Seseorang harus sedikit berkorban untuk mengejar impiannya.” Andaru ringan ambil mengedipkan sebelah mata ke arah para pria yang sekarang tengah berd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN